Genomika dan Sumber Daya Genetik untuk Pemuliaan Pisang, Cabai, dan Kentang

Cabai (Capsicum annuum) termasuk spesies dalam genus Capsicum yang mempunyai nilai ekonomi penting dari famili Solanaceae. Cabai mempunyai variasi yang tinggi pada bentuk, ukuran dan warna buah. Cabai merupakan komoditas hortikultura yang penting, karena merupakan ikon nasional, pemicu inflasi, sebaran wilayah luas, potensi pasar di dalam dan luar negeri cukup besar. Produktivitas yang banyak mengalami kendala cekaman abiotik dan biotik, perlu dicari terobosan melalui genomika untuk percepatan pemuliaan.

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan. Tanaman ini merupakan herba semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Tanaman kentang merupakan sayuran dataran tinggi yang banyak diusahakan oleh para petani, karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Varietas kentang yang berkembang dipetani saat ini hanya beberapa dan didominasi oleh varietas Granola. Varietas kentang yang berkembang sekarang karena tekananan iklim serta OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang semakin komplek produktivitasnya sudah semakin menurun. Terjadinya cuaca ekstrim seperti hujan yang berlebihan serta kemarau yang panjang perlu diantisipasi dengan tersedianya materi genetik yang memadai.

Pisang termasuk dalam suku Musaceae, dan ada beberapa jenis (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca).Tanaman pisang mendapat julukan ”kalpatharu” yang artinya tanaman dengan segala manfaat. Tanaman pisang juga adaptif pada berbagai kondisi lingkungan dan berbuah tanpa mengenal musim sehingga merupakan sumber bahan makanan sepanjang tahun. Indonesia merupakan salah satu center of origin dan center of diversity keluarga pisang-pisangan.

Informasi genom database ini berdasarkan re-sekuen genom total dari masing-masing 6 genotip cabai, 6 genotip kentang dan 12 genotip pisang menggunakan platform Illumina. Genom ketiga komoditas ini akan sangat bermanfaat sebagai sumber penelitian baru maupun pemuliaan.



Database genom tanaman hortikultura ini dikembangkan berdasarkan proyek konsorsium genom yang merupakan kerjasama antara Balai Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian-Balitbangtan, Balai Penelitian Tanaman Sayuran-Balitsa, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika-Balitbangtan.