Genomika dan Sumber Daya Genetik untuk Pemuliaan Jarak Pagar dan Kakao

Jarak pagar dan kakao merupakan tanaman industri yang mempunyai nilai ekonomi penting. Jarak pagar (Jatropha curcas L., Euphorbiaceae) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Tumbuhan ini dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah diperbanyak dengan stek. Jarak pagar merupakan penghasil minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen atau pengganti bahan bakar solar untuk menghadapi krisis energi yang mungkin terjadi seiring dengan menipisnya persediaan minyak bumi. Kendala budidaya jarak pagar adalah rendahnya produktivitas minyak karena kadar minyak yang rendah pada biji jarak pagar, rasio bunga betina dan bunga jantan yang rendah, kematangan buah yang tidak seragam menyebabkan biaya panen yang tinggi.

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman pohon perkebunan yang berasal dari Amerika Selatan dan sekarang banyak dibududayakan di daerah tropis.Kakao merupakan tanaman ekspor yang tidak hanya memberi devisa negara tetapi juga sebagai penyerap tenaga kerja. Kendala utama budidaya kakao di Indonesia adalah produktivitasnya yang relatif masih rendah terutama karena serangan hama dan penyakit utama.

Teknologi high throughput sequencing dan genotyping akan mampu menganalisis materi genetik dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi varian-varian gen untuk mendukung program pemuliaan kakao dan jarak pagar nasional. Informasi sekuen genom, gen-gen dan marka molekuler yang dikembangkan pada kedua komoditas ini akan bermanfaat tidak hanya bagi kalangan peneliti akademisi namun juga pemulia dan publik.



Proyek konsorsium genom jarak dan kakao merupakan kolaborasi antara Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian-Balitbangtan, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar-Balitbangtan, Seoul National University-Korea Selatan, dan Kasetsart University-Thailand.